Tampilkan postingan dengan label CERITA NUSANTARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA NUSANTARA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

MULA BUKANE AKSARA JAWA

MULA BUKANE AKSARA JAWA
Sejarah huruf Jawa

Dhek jaman biyen ana wong Hindu jenenge Ajisaka.Ajisaka iku putraneratu nanging kepengen dadi pandita lan sugih kawruh .Kasenengane mulang muruk kawruh rupa-rupa.Ajisaka tindak lelana menyang tanah jawa,perlu arep mancarake kawruhe.Ajisaka di dherekakeabdine loro yaiku Dora lan Sembada.Bareng tekan sawijining pulo,yaiku puloMajheti pada leren .Sawise leren sawetara,Ajisaka nerusake tindake didherekake Sembada.Dene Dora diutus keri,njaga keris pusaka.Dora diwelingi,sapa bae ora diparengake njupuk keris iku yen ora Ajisaka dhewe.Bareng watara suwe ana ing tanah jawa,Ajisaka utus Sembada njupuk kerise sing ditunggu Dora.Dora ngugemi dhawuhe bendarane,yan ora Ajisaka dhewe ora di ulungake .Wusanane Dora lan Sembada pada pasulayan,suduk-sudukan,karone padha tumeka ing pati.Ajisaka midhanget manawa Dora lan Sembada padha tumeka ing pati jalaran ngugemi dawuhe.Mula Ajisaka banjur nulis aksara rong puluh cacahe,yaiku aksara jawa

Cerita Rakyat Sawunggaling

SAWUNGGALING
SAWUNGGALING
        Cerita Rakyat Sawunggaling -Jaka berek baru saja pulang dari bermain dengan teman-temannya.Hatinya marah,penasaran bukan kepalang karena teman-temannya selalu mengejek bahwa dia tak punya ayah yang sah alias anak haram.Sampainya dirumahnya,Jaka berek segera menjumpai ibunya.Saat itu,ibunya tengah berkumpul dengan kakek dan neneknya.''Biyung(ibu),aku tak tahan lagi,?'' ujar Jaka berek.''Ada apa, anakku?Kenapa wajahmu cemberut begitu''tanya ibu Jaka berek-dewi Sangkrah''Biyung harus menjelaskan.Siapakah sebenarnya ayahku?Kalau sudah mati ,dimana kuburannya biar aku mengirim do'a di pusarannya,dan jika masih hidup,sudilah ibu menunjukkantempatnya padaku!''rengek jaka berek kepada ibunya.Hati Dewi Sangkrah berdebar,ibu jaka berek sudah menduga hal ini akan terjadi.Suatu saat setelah dewasa,jaka berek anaknya pasti akan menanyakan siapa ayahnya.Tidak bisa tidak dia harus menjawap dengan gamblang.''Anakku jaka berek .Karena kamu sudah dewasa ,sudah sepatutnya kamu bertanya tentang ayahmu.Ketahuilah anakku,ayahmu adalah seorang adipati di kadipaten Surabaya.Namanya Adipati Jayengrana.Bila kamu ingin bertemu dengannya,datanglah kesana''
          

Sabtu, 25 Agustus 2012

CANDI BOROBUDUR

CANDI BOROBUDUR
Kali ini saya akan bercerita tentang candi borobudur
1. Sejarah Singkat Candi Borobudur
Keberadaan candi Borobudur ditemukan oleh Gubernur Jenderal Sir Thomas Raffles pada tahun 1814. Saat itu Belanda dan Inggris berperang dan sempat wilayah nusantara dipimpin oleh Inggris. Saat Raffles berkunjung ke Semarang, ia mendapat laporan ada bukit yang penuh dengan relief. Bersama dengan H.C. Cornelius, seorang Belanda, disertai 200 orang dimulailah pembersihan situs berbentuk bukit tersebut.

Tahun 1835 dan seterusnya mulailah tampak wujud sebenarnya bagian atas candi, diteruskan bertahun-tahun hingga dianggap selesai pada tahun 1850-an. Dan pada tahun 1873 seorang artis Belanda, F.C. Wilsen, menerbitkan monograf pertama relief-relief candi Borobudur, hingga kemudian Isidore van Kinsbergen memotret candi tersebut. Namun saat itu status dan struktur candi Borobudur masih diyakini tak stabil.
Awal abad ke-20 dilakukan restorasi besar-besaran oleh Theodoor van Erp, yang bertugas di Magelang, sekaligus tergabung ke dalam Borobudur Commission. Erp melakukan metoda yang disebut anastylosis, yaitu suatu metoda untuk merekonstruksi bangunan tua bersejarah dengan perhitungan, simulasi, disassembly dan disusun kembali dengan bantuan batu, plester, semen untuk menahan struktur dan bagian yang telah hilang. Namun upaya ini kurang sukses karena kurangnya dana, sehingga Erp hanya fokus pada restorasi struktur dan drainase.
Tahun 1973 hingga 1984 UNESCO ikut membantu dalam upaya restorasi dan pendanaan candi ini. Dibongkar lebih lengkap, struktur tanah dan bukit diperkuat, serta kembali batu-batu disusun hingga tampak kemegahannya hingga sekarang. UNESCO pun memasukkannya ke dalam daftar World Heritage Site atau Warisan Dunia UNESCO.

JOKO SEGER DAN RORO ANTENG

Bromo

Joko Seger dan Roro Anteng

20 11 2010
Gunung Brahma/Bromo merupakan sebuah gunung berapi yang terletak di provinsi Jawa Timur.Tingginya 2.392 Meter.Di Gunung Bromo,terdapat sebuah daerah yang bernama Tengger.Disana dilakukan sebuah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Tengger dengan melakukan membuang sesajen kedalam kawah Gunung Bromo sebagai persembahan kepada Jaya Kusuma,anak dari Joko Seger dan Roro Anteng.Nama Upacara itu adalah Kasadha.Upacara ini dilakukan tiap tahun pada bulan Jawa Asyuro.Apakah yang dilakukan oleh Joko Seger sehingga Jaya Kusuma mau mengorbankan dirinya sebagai sesajen di kawah Gunung Bromo?Ikuti kisah Joko Seger dan Roro Anteng berikut ini
Alkisah,terdapat seseorang raja Majapahit yang meninggalkan negerinya bersama permaisurinya dan beberapa pengikutnya karena kalah melawan putranya sendiri.Mereka pergi ke lereng Gunung Bromo dan membangun sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal mereka.Pada suatu hari,permaisuri melahirkan anak keduanya.Mantan Raja Majapahit yang gelisah menunggu istrinya melahirkan anaknya di luar rumah.Pada tengah malam,akhirnya anaknya berhasil dilahirkan.Anak yang dilahirkan itu perempuan.Sang Raja lalu melihat anaknya “Dinda,anak kita perempuan”.Tetapi,terdapat keanehan pada bayi itu karena bayi itu tidak menangis seperti bayi pada umumnya “Benarkah Adinda melahirkan,mengapa tidak ada suara tangisan bayi?”pikir sang permaisuri.

Jumat, 24 Agustus 2012

ASAL MULA KOTA SURABAYA

Surabaya

Cerita Rakyat Jawa Timur

Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan.
“Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura.
“Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya.
Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rertcana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan.
“Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnyadi dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut!”
“Baik aku setujui gagasanmu itu!” kata Buaya.

MALIN KUNDANG

Malin kundang


Kali ini saya akan bercerita tentang Malin kundang.
Dahulu kala di Padang Sumatera Barat tepatnya di Perkampungan Pantai Air Manis ada seorang janda bernama Mande Rubayah. Ia mempunyai seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Malin sangat disayang oleh ibunya, karena sejak kecil Malin Kundang sudah ditinggal mati oleh ayahnya.

Malin dan ibunya tinggal di perkampungan nalayan. Ibunya suah tua ia hanya bekerja sebagai penjual kue. Pada suatu hari Malin jatuh sakit. Tubuhnya mendadak panas sekali. Mande Rubayah tentu saja sangat bingung. Tidak pernah Malin jatuh sakit seperti ini. Mande Rubayah berusaha sekuatnya unuk mengabobati Malin dengan mendatangkan tabib.

SANGKURIANG CERITA RAKYAT JAWA BARAT

Cerita Rakyat Jawa Barat
Gambar sangkuriang dan ibumya
Kali ini saya akan bercerita tentang sangkuriang.
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.

LEGENDA GUNUNG KRAKATAU

http://averosy-kinder.blogspot.com/
GUNUNG KRAKATAU
Legenda Gunung Krakatau
Krakatau adalah gunung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat.

Suara letusan Gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali dari bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Kamis, 23 Agustus 2012

TALAGA WARNA :CERITA DAERAH JAWA BARAT

http://averosy-kinder.blogspot.com/
Telaga warna

Diceritakan kembali oleh Renny Yaniar

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu.
Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. "Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat," sahut mereka.
Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan nama Kebo Iwa, yang artinya paman kerbau.
Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya.. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.

Rabu, 22 Agustus 2012

ASAL-USUL DANAU TOBA

Cerita Rakyat Sumatera Utara
Diwilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali.

PRABU PANGGUNG KERATON,CERITA LEGENDA DARI JAWA BARAT

Kali ini saya akan bercerita prabu panggung keraton Kerajaan Dayeuh Manggung Masanggrahan adalah sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh raja bernama Prabu Panggung Keraton. Meski kecil namun kerajaan ini sangat makmur dan rakyatnya terjamin kesejahteraannya. Sang prabu memiliki Seorang adik perempuan yang sangat cantik bernama Putri Rarang Purbaratna. Masyarakat Dayeuh Manggung meyakini bahwa Putri mereka adalah titisan bidadari
karena Putri Rarang Purbaratna memiliki paras yang sangat jelita. Kecantikannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Rambutnya sehitam malam dan panjang bak mayang terurai. Tubuhnya tinggi semampai dan dipercantik dengan kulit yang seperti mutiara. Matanya bening dan selalu berbinar seperti bintang. Alisnya hitam melengkung seperti busur. Hidungnya mancung dan bibirnya semerah delima. Kecantikannya semakin sempurna dengan sikap sang putri yang baik hati dan selalu menebar senyumnya yang menawan.
Namun prabu Panggung Keraton sangat khawatir karena hingga usianya yang sudah menginjak remaja, putri Rarang Purbaratna belum juga mendapatkan jodoh. Maka suatu hari prabu Panggung Keraton memanggil adik kesayangannya.

Jumat, 27 Juli 2012

ASAL MULA NAMA KOTA BALIKPAPAN

DARI DAERAH:KALIMANTAN TIMUR-INDONESIA

Asal Mula Nama Kota Balikpapan
Balikpapan adalah kota besar di Provinsi Kalimantan Timur yang dijuluki Banua Patra (Kota Minyak) atau Bumi Manuntung. Terdapat beragam legenda yang cukup menarik seputar asal mula Balikpapan. Salah satu di antaranya adalah legenda yang mengisahkan sekelompok orang kepercayaan Putri Aji Tatin tertimpa musibah di tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi dihempas gelombang besar hingga hancur berantakan. Bagaimana nasib orang-orang kepercayaan sang Putri tersebut? Berikut kisahnya dalam cerita Asal Mula Kota Balikpapan.
* * *
Dahulu, di Tanah Pasir, Kalimantan Timur, terdapat sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh Raja Aji Muhammad yang terkenal adil dan bijaksana. Berkat kepemimpinan Sang Raja, negeri itu senantiasa aman, makmur, dan sentosa. Penduduknya hidup dari hasil laut dan pertanian yang melimpah. Negeri itu memiliki wilayah yang cukup luas, salah satunya adalah sebuah teluk dengan pemandangan yang amat indah.
Raja Aji Muhammad memiliki seorang putri bernama Aji Tatin. Dialah calon tunggal pewaris tahta kerajaan. Itulah sebabnya, semua kasih sayang ayah dan ibunya tercurah kepada Aji Tatin. Puluhan dayang-dayang istana selalu mendampingi Aji Tatin untuk menjaga, merawat, melindunginya dan memastikan segala keperluan Aji Tatin terpenuhi.

ASAL MULA NAMA NAGARI MINANGKABAU

Dari daerah: Sumatra Barat - Indonesia

Asal Mula Nama Nagari Minangkabau
Minangkabau termasuk salah satu nagari (desa) yang berada di wilayah Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. Nagari ini dulunya masih berupa tanah lapang. Namun, tersebab oleh sebuah peristiwa, daerah itu dinamakan Nagari Minangkabau. Peristiwa apakah itu? Berikut kisahnya dalam cerita Asal Mula Nama Nagari Minangkabau.
* * *
Dahulu, di Sumatera Barat, tersebutlah sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Rakyatnya senantiasa hidup aman, damai, dan tenteram. Suatu ketika, ketenteraman negeri itu terusik oleh adanya kabar buruk bahwa Kerajaan Majapahit dari Pulau Jawa akan menyerang mereka. Situasi tersebut tidak membuat para punggawa Kerajaan Pagaruyung gentar.

Template by:

Free Blog Templates